Kamis, 02 Oktober 2025

KUA Bantaran Turba Temui Imam Masjid Besar Sabilillah, Sosialisasikan Pencegahan Nikah Dini dan Siri

Penghulu dan Penyuluh KUA Bantaran Bersama  Ust. Sulaiman

 Bantaran – Kamis (2 Oktober 2025), Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantaran melaksanakan kegiatan turun ke lapangan (turba) guna bersilaturahmi sekaligus menyampaikan sosialisasi pencegahan pernikahan usia dini dan nikah siri.


Kegiatan ini dihadiri oleh Muhammad Adlal Waro, S.H. selaku Penghulu KUA Kecamatan Bantaran, bersama para penyuluh agama KUA Bantaran yaitu Ainur Ridho, S.Pd.I., Dechi Handini, S.Pd., Mualiman, S.Pd.I., dan Neni Dwi Lestari, S.Pd.

Lokasi Ke 2 Penghulu dan Penyuluh bersama Ust. Misbahul Munir, S.Pd. dan Para Ustadz Pada Ponpes Darul Ulum

Dalam kesempatan tersebut, rombongan KUA melakukan dua kunjungan. Pertama, menemui Ust. Sulaiman, Imam Masjid Besar Sabilillah Bantaran di kediamannya. Kunjungan kedua dilaksanakan di Yayasan Al-Asy’ari Pondok Pesantren Darul Ulum Bantaran untuk bersilaturahmi dengan Ust. Misbahul Munir, S.Pd., yang juga merupakan Imam Masjid Besar Sabilillah Bantaran pada lokasi berbeda. Pada kunjungan kedua ini, turut hadir pula Ust. Rofin, S.Pd.I. serta beberapa ustadz dari lingkungan pesantren yang memberikan dukungan penuh terhadap program-program KUA Bantaran.


Giat turba ini merupakan implementasi program yang diinisiasi oleh Plt. Kepala KUA Bantaran, Fadlur Rahman, S.H., dengan tajuk “Cinta Buku Nikah, Cegah Nikah Siri dan Dini.” Dengan pendekatan jemput bola, KUA Bantaran berusaha menyampaikan pesan langsung kepada tokoh agama sebagai mitra strategis dalam membangun kesadaran masyarakat.


“Nikah Siri: Antara Tradisi, Risiko dan Perlindungan Hukum. Turba ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga bagian dari ikhtiar untuk memastikan pesan KUA tentang pentingnya pencatatan pernikahan resmi dan pencegahan nikah siri maupun dini dapat diteruskan kepada jamaah dan masyarakat secara luas,” ujar Muhammad Adlal Waro, S.H.


KUA Bantaran menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dilanjutkan secara berkesinambungan dengan menyasar tokoh agama dan tokoh masyarakat di berbagai titik, agar syiar tentang pernikahan sah dan sehat tercatat di KUA semakin mengakar di tengah masyarakat.


Penulis : Neni D'Lestari_PAI KUA Bantaran