Jumat, 30 Januari 2026

Pelayanan KUA Kecamatan Bantaran Torehkan Momen Sakral Tiga Pernikahan dalam Sehari


KUA Kecamatan Bantaran kembali menorehkan dedikasi nyata dalam pelayanan kepada masyarakat dengan melaksanakan tiga akad pernikahan sekaligus dalam satu hari, pada pagi hari ini. Momentum tersebut menjadi bukti komitmen KUA Kecamatan Bantaran dalam memberikan pelayanan prima, profesional, dan penuh kekhidmatan.

Pelaksanaan akad pernikahan pertama dimulai pukul 08.00 WIB di Desa Besuk, Kecamatan Bantaran, yang dipimpin oleh Penghulu KUA Kecamatan Bantaran, Bapak Mohammad Adlal Waro, S.H. Akad sakral tersebut mempertemukan pasangan Bungkos dan Hidayati, yang sebelumnya telah mengikuti bimbingan dan penyuluhan perkawinan dari Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantaran sebagai bekal membangun rumah tangga yang sakinah.


Selanjutnya, pada pukul 09.00 WIB, Kepala KUA Kecamatan Bantaran, Bapak Fadlur Rohman, S.H., melaksanakan akad pernikahan di Desa Kedung Rejo dengan pasangan Hasanudin dan Siti Nurhalisa. Prosesi berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh suasana sakral.

Tidak berhenti di situ, pukul 10.00 WIB, Kepala KUA Kecamatan Bantaran kembali melaksanakan akad pernikahan di desa yang sama, Desa Kedung Rejo, dengan pasangan Alfin Hidayat dan Siti Lailatul Mukarroma. Akad nikah berlangsung khidmat dan disaksikan oleh keluarga serta saksi yang hadir.

Rangkaian tiga akad pernikahan dalam satu hari ini mencerminkan keistiqamahan KUA Kecamatan Bantaran dalam melayani masyarakat tanpa mengurangi nilai kesakralan pernikahan. Seluruh prosesi berjalan dengan tertib, sesuai syariat dan regulasi yang berlaku.

Semoga seluruh pasangan pengantin yang melangsungkan akad pernikahan pada hari ini diberikan keberkahan, menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, serta langgeng hingga jannah. Aamiin.

Kua Bantaran Bersinergi
Kua Bantaran Berintegrasi
Kua Bantaran Melayani Dengan Hati

By Dechi Handini PAI Kecamatan Bantaran

Kamis, 29 Januari 2026

KUA Kecamatan Bantaran Mengajak Masyarakat Mengurus SKT Majelis Taklim dan Musholla/Masjid


Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantaran mengajak seluruh pengurus majelis taklim serta pengelola musholla dan masjid di wilayah Kecamatan Bantaran untuk segera mengurus Surat Keterangan Terdaftar (SKT) di KUA Kecamatan Bantaran.
Pengurusan SKT Majelis Taklim maupun SKT Musholla/Masjid merupakan langkah penting dalam penataan administrasi keagamaan. Dengan adanya SKT, keberadaan majelis taklim dan rumah ibadah tercatat secara resmi, sehingga memudahkan dalam pembinaan, pendampingan, serta koordinasi program keagamaan dari Kementerian Agama.
Kepala KUA Kecamatan Bantaran menyampaikan bahwa pengurusan SKT ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi bentuk ikhtiar bersama dalam mewujudkan tata kelola lembaga keagamaan yang tertib, legal, dan berkelanjutan. Melalui data yang akurat, KUA dapat memberikan pelayanan dan pembinaan yang lebih tepat sasaran kepada masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk datang langsung ke KUA Kecamatan Bantaran dengan membawa persyaratan yang diperlukan sesuai ketentuan, baik untuk pendaftaran SKT Majelis Taklim maupun SKT Musholla/Masjid. Petugas KUA siap memberikan pendampingan dan pelayanan dengan ramah, cepat, dan profesional.
Dengan terdaftarnya majelis taklim serta musholla dan masjid secara resmi, diharapkan aktivitas keagamaan dapat berjalan lebih tertib, terarah, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat, sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat dan KUA Kecamatan Bantaran dalam membangun kehidupan beragama yang rukun dan harmonis.
KUA Kecamatan Bantaran terus membuka pintu pelayanan bagi masyarakat, sebagai wujud komitmen melayani umat dengan sepenuh hati.

#KuaBantaranBersinergi#KuaBantaranBerintegrasi#KuaBantaranMemberiManfaat#KuaBantaranMelayaniDenganHati#

By Dechi Handini PAI Kecamatan Bantaran

KUA Kecamatan Bantaran Kembali Istiqomah Melayani Masyarakat dengan Tiga Pelaksanaan Akad Nikah dalam Sehari


Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantaran kembali menunjukkan keistiqomahan dan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pada hari ini, KUA Kecamatan Bantaran melaksanakan tiga akad nikah sekaligus dalam satu hari di lokasi yang berbeda, sebagai wujud dedikasi dan profesionalitas aparatur KUA dalam melayani umat.
Pelaksanaan pertama berlangsung pada pukul 07.00 WIB di Desa Kedung Rejo, Kecamatan Bantaran. Kepala KUA Kecamatan Bantaran, Fadlur Rahman, S.H., secara langsung memimpin akad nikah pasangan Feri Fathur Robi dengan Yuni Yulia Astutik. Prosesi akad nikah berjalan dengan lancar, sakral, dan penuh kekhidmatan.

Masih di hari yang sama, pada pukul 09.00 WIB, Penghulu KUA Kecamatan Bantaran, Mohammad Adlal Waro, S.H., melaksanakan akad nikah di Desa Kropak, Kecamatan Bantaran, dengan pasangan pengantin Muhammad Farid Bayquni dan Devi Indah Agustin. Pelaksanaan akad berlangsung tertib dan khusyuk dengan disaksikan keluarga kedua mempelai.

Selanjutnya, pada pukul 10.00 WIB, bertempat di Kantor KUA Kecamatan Bantaran, Penghulu kembali melangsungkan akad nikah bagi pasangan asal Desa Kropak, yakni Ahmad Efendi dengan Farida Faturrohma. Rangkaian akad nikah tersebut berjalan dengan penuh kesakralan dan doa, mengiringi langkah awal kedua mempelai dalam membangun rumah tangga.
Semoga seluruh pasangan pengantin yang melangsungkan akad nikah pada hari ini dianugerahi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah, serta mampu membina rumah tangga yang harmonis dan penuh keberkahan.



Tidak berhenti pada pelayanan akad nikah, pada sore harinya giliran Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantaran menorehkan dedikasi dan profesionalitasnya melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan pranikah kepada calon pengantin. Bimbingan tersebut diberikan kepada calon pengantin dari Desa Besuk atas nama Bungkos dan Hidayati, serta calon pengantin dari Desa Bantaran, yakni Efif Faizin Nasrulloh dengan Siti Maisyaroh.

Melalui bimbingan pranikah ini, diharapkan para calon pengantin memiliki bekal religiusitas, pemahaman hak dan kewajiban suami istri, serta kesiapan mental dan spiritual dalam mengarungi biduk rumah tangga, sehingga mampu mewujudkan keluarga yang religius, harmonis, dan kompeten dalam menghadapi dinamika kehidupan berkeluarga.
KUA Kecamatan Bantaran terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, melayani dengan hati, serta menjaga amanah dalam setiap langkah pengabdian.

#KuaBantaranBerdampak#KuaBantaranBersinergi#KuaBantaranBerintegrasi#KuaBantaranMelayaniDenganHati#

By Dechi Handini PAI Kecamatan Bantaran

Rabu, 28 Januari 2026

Buletin KUA Kecamatan Bantaran: Penyuluh Agama Islam Ikuti Bimtek E-Kinerja dan Tetap Optimal Layani Masyarakat


Bantaran — Hari ini, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantaran mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan E-Kinerja dan Pengisian E-PA yang diselenggarakan melalui konsorsium penyuluh agama Islam. Kegiatan ini merupakan bagian dari program IPARI Kabupaten yang melibatkan kolaborasi empat kecamatan wilayah tenggara, yakni Kecamatan Bantaran, Leces, Kuripan, dan Sumber.


Bimtek ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman penyuluh agama Islam dalam melakukan breakdown Rencana Hasil Kerja (RHK) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) sebagai langkah awal penyusunan e-kinerja di awal tahun. Hal ini juga berkaitan erat dengan pengisian E-PA yang harus direalisasikan pada awal bulan sebagai bagian dari penilaian kinerja aparatur secara terintegrasi dan akuntabel.


Dalam penyampaian materi, pemateri menegaskan pentingnya tindak lanjut dari kegiatan ini agar pelaporan SKP dalam aplikasi E-Kinerja dapat berjalan seragam di empat kecamatan yang tergabung dalam konsorsium. Keseragaman dan ketepatan pengisian e-kinerja serta e-PA diharapkan mampu menjadi langkah strategis awal dalam mengemban amanah tugas negara secara profesional, sekaligus mendorong terwujudnya penyuluh agama Islam yang kompeten di berbagai bidang pelayanan umat.




Usai mengikuti kegiatan bimtek, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantaran kembali melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat. Salah satu layanan yang diberikan hari ini adalah program sertifikasi wakaf, di mana KUA menerima tamu masyarakat yang hendak mengurus pengalihan nadzir wakaf menjadi nadzir berbadan hukum di bawah Yayasan Sosial dan Pendidikan Nahdlatut Tullab (YASINAT) yang berlokasi di Desa Tempuran, Kecamatan Bantaran.



Kegiatan ini menunjukkan komitmen KUA Kecamatan Bantaran dalam menjaga keseimbangan antara peningkatan kapasitas aparatur dan pelayanan prima kepada masyarakat. Dengan penguatan administrasi kinerja serta optimalisasi layanan keagamaan, KUA Kecamatan Bantaran terus berupaya hadir sebagai institusi yang profesional, responsif, dan amanah dalam melayani umat dan negara.

#PenyuluhAgamaIslamKuaKecamatanBantaranBersinergi#PenyuluhAgamaIslamKuaKecamatanBantaranBergerak#PenyuluhAgamaIslamKuaKecamatanBantaranBerkolaborasi#MelayaniDenganHati#

By Dechi Handini PAI KUA Kecamatan Bantaran


Selasa, 27 Januari 2026

KUA Bantaran Bersinergi Sosialisasikan Pencegahan Pernikahan Anak dan Kesehatan Reproduksi Remaja Berkolaborasi dengan Puskesmas


Bantaran – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantaran terus menunjukkan komitmennya dalam upaya pencegahan pernikahan anak melalui kegiatan sosialisasi kesehatan reproduksi remaja yang bersinergi dengan Puskesmas Bantaran. Kegiatan ini dilaksanakan di Lembaga Pendidikan Miftahul Huda, Desa Kramat Agung, Kecamatan Bantaran.
Acara diawali dengan pembukaan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantaran yang menekankan pentingnya peran bersama antara lembaga keagamaan, kesehatan, dan pendidikan dalam membentengi generasi muda dari risiko pernikahan usia dini serta perilaku menyimpang remaja.
Selanjutnya, pemaparan materi disampaikan oleh tim dari Puskesmas Bantaran. Dalam penyampaiannya dijelaskan bahwa usia remaja merupakan fase rentan yang cenderung mengarah pada kenakalan remaja akibat tingginya rasa ingin tahu. Materi meliputi pemahaman tentang sistem reproduksi remaja, serta risiko kesehatan yang dapat timbul akibat perilaku berisiko, termasuk bahaya HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkoba.
Materi berikutnya disampaikan oleh Penghulu KUA Kecamatan Bantaran yang mengulas secara komprehensif dampak negatif pernikahan dini, baik dari aspek agama, kesehatan, sosial, maupun psikologis. Dijelaskan pula bahwa pernikahan anak berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan rumah tangga serta menghambat tumbuh kembang generasi muda secara optimal.



Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan tertib, interaktif, dan penuh antusias dari para peserta. Acara ditutup dengan doa sebagai harapan agar sinergi antara KUA, Puskesmas, dan lembaga pendidikan terus terjalin dalam mewujudkan generasi yang sehat, berakhlak, dan berdaya saing.
Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan lancar dan menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan pernikahan anak serta peningkatan pemahaman kesehatan reproduksi remaja di wilayah Kecamatan Bantaran.

Kua Bantaran bersinergi
Kua Bantaran berkolaborasi
Kua Bantaran berintegrasi
Kua Bantaran melayani dengan hati 

By Dechi Handini PAI Kecamatan Bantaran

Sabtu, 24 Januari 2026

Pertemuan Perdana DWP Kecamatan Bantaran Digelar di Pegunungan Tinggi Desa Cepoko sekaligus memperingati Isro' Mi'roj Nabi Muhammad SAW


Bantaran — Untuk pertama kalinya, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kecamatan Bantaran menggelar pertemuan rutin di kawasan pegunungan tinggi Desa Cepoko pada hari jum'at 23 Januari 2026. Perjalanan menuju lokasi pertemuan terasa istimewa dengan kabut pekat yang menyelimuti sepanjang jalan menuju persinggahan kediaman tuan rumah, menghadirkan suasana sejuk dan menenangkan.
Setibanya di lokasi, panorama alam semesta yang asri dan alami tampak memanjakan mata setiap anggota yang hadir. Hamparan pemandangan pegunungan yang elok menjadi latar yang memperindah suasana pertemuan, sekaligus menambah semangat kebersamaan dalam balutan kekeluargaan.
Acara berlangsung dengan lancar dan khidmat. Pertemuan dibuka dengan sambutan Ketua DWP KUA Kecamatan Bantaran, yakni Ibu Kepala KUA Kecamatan Bantaran. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi dan peran aktif seluruh anggota DWP dalam mendukung program kerja yang berkesinambungan serta selaras dengan arah kebijakan DWP di tingkat kabupaten.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan 
Peringatan Isra’ Mi’raj yang menjadi ajang refleksi spiritual untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus meneguhkan kembali makna shalat sebagai tiang agama yang menjadi inti dari peristiwa Isra’ Mi’raj. Melalui tausiyah dan renungan yang disampaikan penyuluh agama islam kecamatan bantaran, peserta diajak untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW serta mengimplementasikan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam pelayanan kepada masyarakat. 
Kepala KUA Kecamatan Bantaran dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Isra’ Mi’raj bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperbaiki kualitas ibadah dan meningkatkan etos kerja yang berlandaskan nilai-nilai keikhlasan, amanah, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi pondasi dalam mewujudkan pelayanan keagamaan yang profesional dan humanis.
Dengan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini, KUA Kecamatan Bantaran berharap seluruh jajaran semakin istiqamah dalam menjalankan tugas dan fungsi pelayanan umat, serta mampu menjadi teladan dalam membumikan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin di tengah masyarakat.
Lalu acara dilanjutkan dengan penyusunan program kerja DWP Kecamatan Bantaran dengan mem-breakdown program kerja yang telah ditetapkan oleh DWP Kabupaten. Proses ini dilakukan secara partisipatif guna menyesuaikan program dengan kondisi, potensi, dan kebutuhan anggota di tingkat kecamatan.
Pada sesi ramah tamah, seluruh anggota diberi ruang untuk menyampaikan pendapat, gagasan, serta ide-ide kreatif dalam rangka mengembangkan inovasi dan pemberdayaan perempuan melalui DWP Kecamatan Bantaran. Diskusi berlangsung hangat, mencerminkan semangat kebersamaan dan komitmen bersama untuk terus bergerak maju.
Pertemuan ditutup dengan pembacaan doa dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Sebagai penutup, tuan rumah menyampaikan harapannya agar silaturahmi yang telah terjalin dengan baik ini dapat terus terjaga dan semakin erat di masa yang akan datang.

Dwp kua bantaran bersinergi
Dwp kua bantaran berintegrasi
Dwp kua bantaran berdaya dengan hati

By Dechi Handini PAI Kecamatan Bantaran

Kamis, 22 Januari 2026

Pemantapan Program Sertifikasi Wakaf Tahun 2026, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bantaran Kunjungi Kantor Garazawa Kemenag Kabupaten Probolinggo


Probolinggo – Dalam rangka pemantapan Program Sertifikasi Wakaf Tahun 2026, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bantaran melakukan kunjungan koordinasi ke Kantor Garazawa Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo pada Rabu, 21 Januari 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk mempersiapkan kelanjutan sekaligus memastikan kelancaran proses pengajuan sertifikasi wakaf yang akan dilaksanakan pada tahun 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bantaran dalam mengawal aset-aset wakaf agar memiliki kepastian hukum yang kuat, tertib administrasi, serta terkelola secara amanah dan profesional. Dalam pertemuan ini, dibahas berbagai hal teknis terkait persyaratan, mekanisme pengajuan, serta tahapan yang harus dipenuhi oleh para nadzir dan pihak terkait.


Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bantaran menyampaikan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat dan lembaga keagamaan dalam proses sertifikasi wakaf. Pendampingan ini diharapkan dapat meminimalisir kendala di lapangan serta mempercepat proses penerbitan sertifikat wakaf sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, pihak Garazawa Kemenag Kabupaten Probolinggo menyambut baik kunjungan dan koordinasi tersebut. Sinergi antara penyuluh agama dan Garazawa dinilai sangat penting dalam menyukseskan program sertifikasi wakaf, khususnya dalam menjaga transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan manfaat wakaf bagi umat.
Melalui pemantapan program ini, diharapkan pelaksanaan sertifikasi wakaf tahun 2026 dapat berjalan lebih optimal, tertib, dan tepat sasaran. Kolaborasi yang solid antara Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bantaran dan Kemenag Kabupaten Probolinggo menjadi langkah nyata dalam memperkuat peran wakaf sebagai pilar kesejahteraan dan kemaslahatan umat.

Penyuluh agama islam bersinergi
Kua kecamatan Bantaran berdampak
Melayani dengan hati

By Dechi Handini PAI Kecamatan Bantaran

Pengukuhan Ikrar Wakaf di Lembaga Miftahul Arifin Desa Patokan Berjalan Khidmat

Patokan – Penyuluh Agama Islam Kecamatan Bantaran turut mendampingi pelaksanaan pengukuhan ikrar wakaf di Lembaga Miftahul Arifin Desa Patokan, yang dikenal oleh masyarakat dengan sebutan “Jet Tempur”. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan menjadi momen sakral yang sarat nilai keikhlasan dan keberkahan.
Ikrar wakaf secara langsung diucapkan oleh Kyai Wafi, selaku wakif, yang didampingi oleh sang istri. Dalam kesempatan tersebut, Kyai Wafi menyampaikan pesan mendalam kepada para santri dan alumni agar tidak memutus tali silaturahmi antar santri. Menurut beliau, ikatan kebersamaan yang terjalin selama mondok merupakan kenangan paling indah dan berharga, sekaligus menjadi pondasi kuat dalam membangun ukhuwah sepanjang hayat.


Pelaksanaan ikrar wakaf dipandu dan dibimbing dengan penuh kesabaran oleh Bapak Yazid Zain, selaku Pejabat Ikrar Wakaf. Dengan ketelitian dan kehati-hatian, beliau memastikan seluruh proses ikrar berjalan sesuai ketentuan, sehingga pengukuhan wakaf di lembaga ini dapat terlaksana dengan lancar dan khidmat.

Dalam arahannya, Bapak Yazid Zain menyampaikan bahwa berwakaf bukanlah perkara mudah, bahkan bagi orang yang memiliki harta berlebih. Ia mengingatkan bahwa usia umat Nabi Muhammad SAW di dunia pada umumnya hanya berkisar 60 hingga 70 tahun, sehingga waktu kehidupan di dunia sangat terbatas. Oleh karena itu, wakaf menjadi salah satu bentuk amal yang bernilai tinggi karena pahalanya terus mengalir meskipun usia telah berakhir.
Beliau berharap, harta yang diwakafkan di Lembaga Miftahul Arifin Desa Patokan ini dapat menjadi amal jariyah yang terus memberikan manfaat dan pahala bagi wakif, baik di dunia maupun kelak di akhirat.

Kehadiran penyuluh agama Islam Kecamatan Bantaran dalam pendampingan ini menjadi wujud nyata komitmen Kementerian Agama dalam mengawal dan menguatkan tata kelola wakaf yang amanah, akuntabel, dan membawa kemaslahatan bagi umat.

#KuaBantaranBersinergi#KuaBantaranBerdampak#KuaBantaranMelayaniDenganHati#

By Dechi Handini PAI Kecamatan Bantaran

Garazawa Kunjungi KUA Kecamatan Bantaran Terkait Persiapan Ikrar Wakaf di Lembaga Miftahul Arifin Patokan


Bantaran – Garazawa (Gerakan Akselerasi Zakat dan Wakaf) melakukan kunjungan ke KUA Kecamatan Bantaran dalam rangka koordinasi dan persiapan pelaksanaan ikrar wakaf di Lembaga Miftahul Arifin Patokan. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola wakaf agar berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi umat.
Dalam kegiatan tersebut, dibahas berbagai aspek teknis dan administratif terkait pelaksanaan ikrar wakaf, termasuk kesiapan nadzir, kelengkapan dokumen, serta tahapan lanjutan menuju proses sertifikasi wakaf. KUA Kecamatan Bantaran menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk sinergi lintas lembaga dalam mendukung pengelolaan wakaf yang tertib dan profesional.

Pada kesempatan tersebut, Bapak Yazid Zain selaku Pejabat Penandatanganan Ikrar Wakaf (PPAIW) Kementerian Agama Kabupaten menyampaikan pentingnya tindak lanjut yang nyata bagi pihak-pihak yang mengajukan sertifikasi wakaf. Ia menegaskan bahwa wakaf bukan hanya persoalan ikrar semata, tetapi harus diiringi dengan komitmen pengelolaan yang amanah, akuntabel, dan transparan.
Lebih lanjut, Bapak Yazid Zain menekankan bahwa sertifikasi wakaf merupakan langkah strategis untuk memberikan kepastian hukum atas aset wakaf, sehingga terhindar dari potensi sengketa di kemudian hari. Oleh karena itu, seluruh pihak yang terlibat diharapkan proaktif melengkapi persyaratan dan menjaga integritas dalam setiap tahapan prosesnya.
Melalui kunjungan dan koordinasi ini, diharapkan persiapan ikrar wakaf di Lembaga Miftahul Arifin Patokan dapat berjalan lancar serta menjadi contoh praktik wakaf yang tertib administrasi dan berorientasi pada kemaslahatan umat. KUA Kecamatan Bantaran bersama Garazawa dan jajaran Kementerian Agama Kabupaten berkomitmen untuk terus bersinergi dalam menguatkan peran wakaf sebagai pilar kesejahteraan umat.

KuaBantaranBerdampak#KuaBantaranAkuntable#KuaBantaranBersinergi#SertifikasiWakaf#
By Dechi Handini PAI Kecamatan Bantaran

Rabu, 21 Januari 2026

BULETIN KUA KECAMATAN BANTARAN

Pelayanan Padat Namun Penuh Khidmat, KUA Kecamatan Bantaran Layani Tiga Pernikahan dan Ikuti Proker DWP serta Peringatan Isra’ Mi’raj


Pagi hari ini, KUA Kecamatan Bantaran melaksanakan pelayanan kedinasan dengan agenda yang cukup padat. Dalam satu hari yang sama, KUA Kecamatan Bantaran melayani tiga pernikahan sekaligus yang dilaksanakan di kantor KUA, bertepatan dengan momentum kegiatan program kerja (proker) Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo yang dirangkaikan dengan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.


Prosesi tiga pernikahan tersebut berjalan dengan sakral dan khidmat, dipimpin langsung oleh Bapak Penghulu KUA Kecamatan Bantaran. Setiap akad nikah dilaksanakan sesuai dengan tuntunan syariat Islam dan ketentuan peraturan perundang-undangan, disaksikan oleh wali, saksi, serta keluarga kedua mempelai dalam suasana penuh kebahagiaan dan doa.

Di waktu yang bersamaan, kegiatan proker DWP Kemenag Kabupaten Probolinggo yang dirangkai dengan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW juga berlangsung dengan khidmat dan lancar. Momentum Isra’ Mi’raj menjadi pengingat spiritual bagi seluruh jajaran untuk terus meneladani perjuangan Rasulullah SAW, khususnya dalam menegakkan sholat dan amanah tugas dengan penuh keikhlasan.


Meski dihadapkan pada jadwal yang padat dan agenda yang berlangsung bersamaan, KUA Kecamatan Bantaran tetap menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan semangat melayani dengan hati, seluruh jajaran KUA Kecamatan Bantaran tetap istiqomah dalam mengemban tugas negara, menjaga profesionalitas, integritas, serta kualitas pelayanan publik.
Kegiatan hari ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pelayanan keagamaan dan penguatan spiritual dapat berjalan beriringan. KUA Kecamatan Bantaran terus berupaya hadir sebagai garda terdepan pelayanan umat, meskipun dalam kondisi padat agenda, demi terwujudnya pelayanan yang amanah, humanis, dan bermartabat.

Kua Kecamatan Bantaran Berdampak# Kua Kecamatan Bantaran Melayani Dengan Hati# Kua Kecamatan Bantaran Bersinergi#

By Dechi Handini PAI Kecamatan Bantaran

DWP KUA Kecamatan Bantaran Ikuti Penguatan Program Kerja DWP Kemenag Kabupaten Probolinggo Tahun 2026 dan Peringatan Isra’ Mi’raj

Dharma Wanita Persatuan (DWP) KUA Kecamatan Bantaran turut berpartisipasi pada hari ini dalam kegiatan Penguatan Program Kerja DWP Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebersamaan, diikuti oleh seluruh perwakilan DWP satuan kerja di lingkungan Kemenag Kabupaten Probolinggo.


Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan, sebagai wujud kecintaan terhadap tanah air dan komitmen dalam berorganisasi. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, istighotsah, serta pembacaan sholawat Nabi Muhammad SAW yang semakin menambah suasana religius dan penuh keberkahan.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo, Hj. Siti Choiriyah Samsur, S.Pd., menyampaikan tausiyah tentang sejarah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Beliau menjelaskan perjalanan agung Rasulullah SAW dalam semalam, menaiki Buraq dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, kemudian naik hingga Sidratul Muntaha untuk menerima perintah sholat lima waktu sebagai kewajiban utama umat Islam.
Selain itu, Hj. Siti Choiriyah Samsur, S.Pd. juga memberikan pesan motivasi kepada seluruh anggota DWP agar tetap aktif dalam kegiatan organisasi. Beliau menegaskan agar para ibu tidak menjadikan anak sebagai alasan untuk tidak hadir dalam kegiatan DWP. Menurutnya, peran istri sangat penting dalam mendukung karier suami serta turut berkontribusi aktif dalam organisasi sebagai mitra strategis Kementerian Agama.
Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Program Kerja (Proker) DWP Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo Tahun 2026. Program kerja tersebut diharapkan dapat di-break down dan diimplementasikan oleh DWP di masing-masing satuan kerja, termasuk DWP KUA Kecamatan Bantaran, agar selaras dengan visi dan misi organisasi.

Acara ditutup dengan pembacaan doa serta pembagian hadiah kehadiran kepada peserta. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh rangkaian rapat koordinasi DWP dalam satu tahun ke depan dapat berjalan dengan lancar, penuh sinergi, dan memberikan dampak positif bagi anggota, keluarga, serta masyarakat luas.

Dwp Kua Bantaran Bersinergi# Dwp Kua Bantaran Berdampak# Dwp Kua Bantaran Berdaya#

By Dechi Handini PAI Kecamatan Bantaran




Selasa, 20 Januari 2026

KUA Bantaran Bersinergi: Penyuluh Agama Islam Berkolaborasi dengan Penghulu dan Puskesmas Cegah Pernikahan Anak

Bantaran — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bantaran terus menunjukkan komitmennya dalam membangun sinergi lintas sektor demi penguatan pembinaan umat. Pada hari ini, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantaran berkolaborasi dengan penghulu serta berkoordinasi dengan Puskesmas melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan pernikahan anak dan edukasi kesehatan reproduksi remaja.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Nahdlatul Muta’allimin, Desa Kropak, dan diikuti oleh para santri dengan penuh antusias. Hadir dan mendampingi kegiatan, pengasuh pondok pesantren, Kyai Jamaluddin Al Ghozi, S.Pd., M.Pd., yang menyambut baik sinergi antara KUA, tenaga kesehatan, dan lembaga pendidikan keagamaan.
Dalam pemaparannya, Penyuluh Agama Islam menegaskan bahwa pernikahan dalam perspektif Islam menuntut kesiapan usia, mental, serta tanggung jawab moral dan sosial. Pernikahan anak dinilai berpotensi menimbulkan berbagai persoalan, baik dari sisi keagamaan, pendidikan, maupun kesejahteraan keluarga di masa depan.

Sementara itu, penghulu KUA Kecamatan Bantaran menyampaikan pemahaman terkait regulasi pernikahan sesuai ketentuan perundang-undangan, khususnya batas usia minimal pernikahan sebagai bentuk perlindungan hak anak. Edukasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran hukum di kalangan remaja dan lingkungan pesantren.
Dari sisi kesehatan, pihak Puskesmas memberikan materi tentang kesehatan reproduksi remaja, menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental serta risiko medis dan psikologis yang dapat timbul akibat pernikahan usia dini. Materi disampaikan secara komunikatif dan edukatif agar mudah dipahami oleh para santri.

Pengasuh Ponpes Nahdlatul Muta’allimin, Jamaluddin Al Ghozi, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kegiatan ini dan berharap sosialisasi semacam ini dapat terus berkelanjutan sebagai upaya preventif dalam membentuk generasi muda yang sehat, berilmu, dan berakhlakul karimah.

Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Bantaran menegaskan perannya sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan yang bersinergi dengan berbagai pihak dalam mewujudkan generasi remaja yang berkualitas, sehat, dan siap menyongsong masa depan.

Kua Bantaran Bersinergi# Kua Bantaran Berkolaborasi# Kua Bantaran Berkoordinasi# Kua Bantaran Bergerak Melayani dengan hati#

By Dechi Handini PAI Kecamatan Bantaran

Jumat, 16 Januari 2026

Motivasi Kerja: Budaya Kemenag untuk Negeri, Kualitas Hari Ini Menentukan Reputasi Masa Depan


Budaya kerja di lingkungan Kementerian Agama bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah ikhtiar pengabdian untuk negeri. Setiap tugas yang dilaksanakan hari ini akan menjadi jejak yang menentukan reputasi institusi di masa depan. Oleh karena itu, motivasi kerja yang berlandaskan nilai-nilai luhur menjadi fondasi utama dalam membangun Kemenag yang berdampak, profesional, dan dipercaya masyarakat.
Kementerian Agama menanamkan budaya kerja yang berpijak pada integritas, profesionalitas, tanggung jawab, dan pelayanan. Nilai-nilai tersebut bukan hanya slogan, tetapi harus terwujud dalam sikap disiplin, ketepatan layanan, serta komitmen memberikan yang terbaik dalam setiap amanah. Kualitas kerja hari ini—sekecil apa pun—akan tercatat sebagai cermin wajah Kemenag di mata publik.
Dalam konteks pelayanan umat dan masyarakat, aparatur Kemenag dituntut untuk bekerja dengan hati dan nurani. Pelayanan yang ramah, cepat, dan tepat adalah bentuk nyata ibadah sosial. Sebab bekerja di Kemenag bukan hanya melaksanakan tugas kedinasan, tetapi juga menjalankan nilai pengabdian dan keteladanan moral di tengah masyarakat yang majemuk.
Motivasi kerja yang kuat juga menjadi kunci dalam menghadapi tantangan zaman, termasuk perkembangan teknologi dan tuntutan transparansi publik. ASN Kemenag dituntut untuk adaptif, terus belajar, dan meningkatkan kompetensi agar tidak tertinggal oleh perubahan. Kualitas kinerja yang konsisten hari ini akan melahirkan kepercayaan jangka panjang serta memperkokoh reputasi Kemenag sebagai institusi yang relevan dan responsif.
Para pimpinan di lingkungan Kemenag terus mendorong seluruh jajaran untuk membangun etos kerja kolektif: bekerja tuntas, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas. Sebab reputasi tidak dibangun dalam sehari, melainkan melalui akumulasi kinerja yang berkesinambungan dan berintegritas.
Dengan menjadikan budaya kerja sebagai ruh pengabdian, Kementerian Agama diharapkan mampu terus hadir sebagai pelayan umat dan penjaga harmoni bangsa. Karena pada akhirnya, kualitas kerja hari ini bukan hanya menentukan capaian saat ini, tetapi juga menorehkan reputasi Kemenag di masa depan—untuk negeri, untuk generasi yang akan datang.

By Dechi Handini PAI Kecamatan Bantaran

Mari Kenali Nama Lain dari Babi dan Turunannya yang Wajib Dihindari


Kesadaran umat terhadap kehalalan konsumsi menjadi bagian penting dalam menjaga kesucian ibadah dan kesehatan jasmani. Dalam ajaran Islam, babi (khinzĂ®r) secara tegas diharamkan, baik zatnya maupun seluruh turunannya. Namun di era industri pangan modern, unsur babi kerap hadir dengan nama lain yang tidak secara eksplisit menyebut kata “babi”, sehingga berpotensi mengecoh konsumen yang kurang waspada.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an bahwa diharamkan bagi umat Islam bangkai, darah, daging babi, dan apa yang disembelih bukan atas nama Allah. Larangan ini tidak hanya terbatas pada daging segar, tetapi mencakup seluruh bagian dan hasil olahannya yang masuk ke dalam makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, hingga produk industri.
Dalam praktiknya, babi dan turunannya sering muncul dengan istilah asing atau teknis, antara lain pork, ham, bacon, lard (lemak babi), serta gelatin yang kerap digunakan sebagai bahan pengental dalam permen, kapsul obat, es krim, dan makanan olahan. Selain itu, istilah seperti shortening, emulsifier, enzim, atau collagen juga perlu dicermati, karena pada kondisi tertentu dapat bersumber dari babi apabila tidak disertai keterangan halal yang jelas.
Tak hanya dalam produk pangan, turunan babi juga ditemukan pada sabun, sampo, lipstik, hingga skincare dalam bentuk stearic acid, oleic acid, atau glycerin yang berasal dari lemak hewani. Tanpa label halal resmi, umat Islam dianjurkan untuk bersikap hati-hati (ihtiyath) demi menjaga diri dari yang syubhat, apalagi yang jelas keharamannya.
Para ulama mengingatkan bahwa menjaga makanan dan produk yang dikonsumsi bukan sekadar persoalan fisik, tetapi juga berdampak pada kebersihan hati dan diterimanya ibadah. Dalam sebuah nasihat, disebutkan bahwa doa seseorang lebih mudah dikabulkan ketika makanan, minuman, dan pakaiannya bersumber dari yang halal dan baik.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk membiasakan membaca label komposisi, mencari logo halal resmi, serta meningkatkan literasi halal dalam kehidupan sehari-hari. Mengenali nama lain dari babi dan turunannya bukan bentuk kecurigaan berlebihan, melainkan ikhtiar menjaga diri dan keluarga agar tetap berada dalam koridor syariat.
Dengan kehati-hatian dan pengetahuan yang memadai, umat diharapkan mampu menghindari yang haram, memilih yang halal, dan menjadikan setiap konsumsi sebagai bagian dari ibadah menuju keberkahan hidup.

#KuaKecamatanBantaranBerdampak#KuaMelayaniDenganHati#KuaBersinergi#

By Dechi Handini PAI Kecamatan Bantaran

KUA Kecamatan Bantaran Ucapkan Selamat Memperingati Isra’ Mi’raj sebagai Momentum Sakral Tiang Agama


Bantaran – KUA Kecamatan Bantaran mengucapkan Selamat Memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, sebuah peristiwa sejarah yang menjadi momentum sakral dalam kehidupan umat Islam, khususnya sebagai peneguhan salat sebagai tiang agama.
Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa agung yang tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga sarat dengan pesan spiritual dan moral. Melalui peristiwa inilah Allah SWT mewajibkan salat lima waktu sebagai bentuk hubungan langsung antara hamba dan Sang Pencipta, sekaligus menjadi fondasi utama dalam membangun keimanan dan ketakwaan.
Kepala KUA Kecamatan Bantaran menyampaikan bahwa peringatan Isra’ Mi’raj hendaknya dijadikan sebagai momentum refleksi diri untuk memperbaiki kualitas ibadah, meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan salat, serta menguatkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.
Melalui peringatan Isra’ Mi’raj ini, KUA Kecamatan Bantaran mengajak seluruh masyarakat untuk meneladani nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW, memperkokoh iman dan takwa, serta menjadikan salat sebagai tiang utama dalam membentuk pribadi yang berintegritas dan berakhlakul karimah.
Semoga semangat Isra’ Mi’raj senantiasa menginspirasi umat Islam untuk menjadi insan yang lebih baik, taat beribadah, dan mampu mewujudkan kehidupan yang damai, religius, dan penuh keberkahan.

#KuaKecamatanBantaranBerdampak#KuaBersinergi#KuaMelayaniDenganHati#KuaSahabatReligiusMasyarakat#
By Dechi Handini PAI Kecamatan Bantaran

Kamis, 15 Januari 2026

Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantaran Berkoordinasi dengan Kepala KUA Kecamatan Wonomerto Bahas Persiapan E-Kinerja dan E-PA Tahun 2026


Bantaran – Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantaran melaksanakan koordinasi dengan Kepala KUA Kecamatan Wonomerto dalam rangka membahas persiapan pelaksanaan E-Kinerja dan E-PA Tahun 2026. Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menyamakan persepsi serta meningkatkan kesiapan administrasi dan kualitas pelaporan kinerja penyuluh agama.
Dalam koordinasi tersebut, dibahas berbagai aspek teknis terkait pengisian E-Kinerja dan E-PA, mulai dari pemahaman indikator kinerja, penyesuaian tugas dan fungsi penyuluh dengan target kinerja, hingga pentingnya kesesuaian antara pelaksanaan kegiatan di lapangan dengan laporan yang diinput dalam sistem. Penekanan juga diberikan pada ketepatan waktu, kelengkapan data, dan akuntabilitas laporan sebagai bagian dari evaluasi kinerja tahun 2026.
Kepala KUA Kecamatan Wonomerto menyampaikan pentingnya koordinasi lintas KUA guna memperkuat sinergi, berbagi pemahaman, serta meminimalisir kendala teknis yang berpotensi muncul dalam pelaksanaan E-Kinerja dan E-PA. Dengan koordinasi yang baik, diharapkan seluruh penyuluh agama dapat melaksanakan tugas secara terencana, profesional, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bantaran menyambut baik koordinasi tersebut sebagai sarana peningkatan kapasitas dan pemantapan kesiapan menghadapi sistem penilaian kinerja tahun 2026. Kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola kinerja yang transparan, terukur, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Melalui koordinasi ini, diharapkan pelaksanaan E-Kinerja dan E-PA Tahun 2026 dapat berjalan dengan optimal serta mendukung terwujudnya penyuluh agama yang profesional, berintegritas, dan berdampak bagi umat.

By Dechi Handini PAI Kecamatan Bantaran

KUA Kecamatan Bantaran Berkolaborasi dengan Polsek Bantaran Perkuat Sinergi Pelayanan Masyarakat


Bantaran – KUA Kecamatan Bantaran menjalin kolaborasi dengan Polsek Bantaran sebagai upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan harmonis di wilayah Kecamatan Bantaran.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing instansi, khususnya dalam pembinaan masyarakat, penguatan ketahanan keluarga, serta pencegahan berbagai permasalahan sosial yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas pentingnya koordinasi antara KUA dan Polsek Bantaran dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kesadaran hukum, nilai-nilai keagamaan, serta pembinaan moral dan akhlak. KUA Kecamatan Bantaran menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan keagamaan yang humanis dan berdampak, sementara Polsek Bantaran menyatakan kesiapan untuk mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi sarana penguatan peran KUA sebagai pusat layanan keagamaan dan keluarga, serta Polsek sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah di tingkat kecamatan.
Melalui kerja sama yang berkelanjutan antara KUA Kecamatan Bantaran dan Polsek Bantaran, diharapkan tercipta masyarakat yang religius, sadar hukum, dan berdaya, sejalan dengan semangat pelayanan publik yang profesional, berintegritas, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

By Dechi Handini PAI Kecamatan Bantaran