Rabu, 07 Januari 2026

PW IPARI Jawa Timur Gelar Road to Bimtek Penyusunan Kinerja Penyuluh Agama Tahap XV


Probolinggo — PW IPARI Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Road to Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Kinerja Penyuluh Agama Tahap XV gabungan dua kabupaten dan satu kota, yakni Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Lumajang, pada hari ini. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis peningkatan kualitas dan profesionalitas penyuluh agama dalam menjalankan tugas negara.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars IPARI yang berlangsung khidmat. Dalam kesempatan tersebut, Srikandi KUA Wonomerto, Ustadzah Neni yang dulunya bertugas di KUA Kecamatan Bantaran turut ambil bagian sebagai petugas acara dengan bertugas sebagai dirijen lagu, sehingga menambah semarak dan kekhidmatan pembukaan kegiatan. 


Dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an oleh Ustadz Mukarrom Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Leces yang dulunya bertugas di KUA Kecamatan Bantaran
 yang menambah kekhusyukan acara ini.


Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag, H. Sa’dun. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini sangat penting guna meningkatkan kompetensi penyuluh agama dalam menjalankan tugas negara. Penyuluh agama merupakan garda pertama dan terdepan Kementerian Agama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga dituntut memiliki kapasitas, integritas, dan profesionalisme yang tinggi dalam memberikan pelayanan keagamaan.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan acara oleh Kepala Sub Penais (Penyelenggaraan Zakat, Wakaf, dan Dana Sosial) Kemenag Provinsi Jawa Timur, Drs. Moch. Fachurrozi. Dalam arahannya, beliau menyampaikan bahwa penyuluh agama memiliki peran aktif di berbagai aktivitas pelayanan masyarakat. Penyuluh dituntut mampu berkolaborasi secara lintas sektoral maupun lintas agama guna mewujudkan pelayanan prima, karena penyuluh agama menjadi sorotan sebagai wajah terdepan Kementerian Agama di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa penyuluh agama merupakan sosok multifungsi sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, yakni informatif, edukatif, advokatif, dan konsultatif, dalam membangun masyarakat yang beriman, bertakwa, harmonis, dan toleran sesuai ajaran Islam. Peran tersebut diwujudkan melalui dakwah, konseling, mediasi, serta pendampingan berbagai isu kontemporer seperti moderasi beragama, pencegahan pernikahan dini, hingga penanggulangan paham radikalisme. Selain itu, penyuluh juga berperan aktif dalam pelayanan persyaratan ijob Madin, majelis taklim, wakaf, maupun zakat.

Beliau juga menyinggung capaian Provinsi Jawa Timur sebagai penggagas wakaf uang pertama yang berhasil memperoleh jumlah terbesar dalam sejarah. Oleh karena itu, penyuluh agama Islam diharapkan mampu mengikuti arus perkembangan zaman dengan memanfaatkan digitalisasi dalam berdakwah agar lebih kreatif dan inovatif, tanpa meninggalkan peran langsung di tengah masyarakat. Moderasi beragama juga ditegaskan sebagai arus utama dakwah demi menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Tim PW IPARI Provinsi Jawa Timur selaku pemateri, yang mempresentasikan e-book Pedoman Penyusunan Kinerja Penyuluh Agama sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Materi ini diharapkan menjadi panduan praktis bagi para penyuluh agama dalam menyusun laporan kinerja yang akuntabel, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan penyuluh agama semakin profesional, adaptif, dan mampu memberikan pelayanan keagamaan yang berkualitas serta berdampak positif bagi kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.


By Dechi Handini PAI Kecamatan Bantaran