PROBOLINGGO – Semangat mencerdaskan kehidupan bangsa bergema kuat di halaman Aula Al-Ikhlas Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo pada Sabtu, 2 Mei 2026. Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, jajaran Penyuluh dan Penghulu dari KUA Kecamatan Bantaran hadir memenuhi undangan untuk mengikuti upacara bendera yang berlangsung dengan penuh kekhidmatan.
Upacara ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan menjadi momentum refleksi mendalam bagi para aparatur sipil negara di lingkungan Kemenag. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar, diwarnai suasana suka cita namun tetap menjaga esensi penghayatan terhadap pesan moral dunia pendidikan.
Pendidikan sebagai Perisai di Era Kecerdasan Buatan (AI)
Dalam amanat yang disampaikan, ditekankan bahwa perjuangan mencerdaskan generasi bangsa adalah fondasi utama bagi kelangsungan nasib bangsa yang kokoh dan dinamis. Di tengah gempuran era digital yang kian tajam dan dominasi teknologi Artificial Intelligence (AI), pendidikan dituntut untuk menjadi instrumen yang lebih tajam dari "hunusan zaman."
"Ilmu pengetahuan harus menjadi senjata utama. Di era yang serba otomatis dan digital ini, kita tidak hanya mencetak generasi yang pintar secara kognitif, tetapi juga tangguh secara moral dan karakter untuk memerangi sisi kejam dari disrupsi teknologi," ujar salah satu inspektur upacara dalam pesannya.
Komitmen KUA Bantaran
Kehadiran aktif Penyuluh dan Penghulu dari KUA Kecamatan Bantaran menunjukkan sinergi antara aspek keagamaan dan pendidikan. Berikut adalah poin-poin utama yang ditekankan dalam peringatan tersebut:
- Penguatan SDM: Melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi agar mampu bersaing di panggung global.
- Ketahanan Moral: Memastikan penerus bangsa memiliki integritas untuk menyaring informasi di tengah arus digital yang masif.
- Pendidikan Berkelanjutan: Menjadikan nilai-nilai perjuangan para pahlawan pendidikan sebagai pemacu semangat dalam melayani masyarakat.
Harapan Masa Depan
Melalui momentum Hardiknas 2026 ini, besar harapan agar dunia pendidikan di Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Probolinggo, semakin maju. Dengan SDM yang unggul, generasi penerus diharapkan tidak hanya menjadi penonton di dunia modern, tetapi menjadi pemain kunci yang mampu menaklukkan tantangan zaman.
Upacara ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan literasi dan kualitas pendidikan di seluruh pelosok negeri, demi terciptanya bangsa yang cerdas, beradab, dan siap menghadapi masa depan.
Keragaman yang ada tidak menghalangi kami penerus bangsa untuk bangkit dan bersatu melawan penjajahan teknologi modern di eradigital ai yang semakin canggih.
Penulis : Dechi Handini PAI KUA Kecamatan Bantaran