BANTARAN – Ketika kalender menunjuk warna merah dan sebagian besar orang memilih merebahkan penat dari hiruk-pikuk duniawi, sebuah langkah ikhlas justru mengayun pasti di sudut Kecamatan Bantaran. Hari ini, saat mentari akhir pekan merayap naik, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Bantaran sekaligus Sang Penghulu tetap melangkah tegap, menembus batas hari libur demi menunaikan sebuah janji suci: melayani masyarakat.
Bagi seorang penghulu, tugas bukan sekadar perkara jam kerja di atas kertas, melainkan sebuah amanah langit yang berjalan beriringan dengan takdir manusia.
Tiga Akad, Satu Jiwa Pengabdian
Hari ini, tak tanggung-tanggung, riak kebahagiaan menyeruak di tiga penjuru rumah mempelai yang berbeda. Sebanyak tiga pernikahan berlangsung dengan penuh kekhidmatan. Di tengah kepulan asap dupa doa dan derai air mata haru keluarga, Sang Penghulu hadir secara langsung, memimpin jalannya ikrar suci ijab kabul.
Dari satu rumah ke rumah lainnya, beliau membawa keteduhan yang sama. Menjadi saksi sekaligus jembatan sahnya dua hati yang memilih bersatu di jalan ridha-Nya.
"Pernikahan adalah arsitektur langit yang dibangun di bumi. Ketika dua insan siap menggenapkan separuh agamanya, maka tiada alasan bagi kami untuk menunda, meski hari ini adalah hari libur. Sebab, melayani kebaikan adalah liburan terbaik bagi jiwa," ungkap beliau di sela-sela tugasnya.
Khidmat yang Puitis dan Religius
Suasana di setiap kediaman pengantin mendadak hening seketika saat Sang Penghulu mulai merangkai khotbah nikah. Kalimat-kalimat yang mengalir dari lisan beliau bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan untaian nasihat yang religius sekaligus puitis, menyentuh relung kalbu siapa saja yang mendengar.
Beliau mengingatkan para mempelai bahwa cinta yang sejati adalah cinta yang bertumpu pada sajadah yang sama, yang saling menuntun ketika jalan mendaki, dan saling memeluk dalam doa ketika badai menguji.
- Pernikahan Pertama: Berlangsung khusyuk di pagi hari yang bening, mengawali lembaran baru dua insan dengan doa keberkahan.
- Pernikahan Kedua: Diiringi rona siang, mengikat janji suci di hadapan para saksi dengan penuh ketegasan dan keharuan.
- Pernikahan Ketiga: Menjelang sore, menutup rangkaian dedikasi hari ini dengan senyum sinis kebahagiaan yang paripurna dari kedua belah pihak keluarga.
Dedikasi Tanpa Batas
Langkah kaki Sang Penghulu KUA Bantaran hari ini adalah potret nyata dari dedikasi tanpa batas. Di saat pintu-pintu kantor pelayanan tertutup rapat, pintu hati dan pengabdian beliau tetap terbuka lebar bagi masyarakat yang membutuhkan.
Bagi warga Bantaran, kehadiran beliau di hari libur ini bukan hanya sekadar melancarkan proses administrasi, tetapi merupakan bukti nyata hadirnya negara dan agama, berpadu indah dalam pelayanan yang tulus dan memanusiakan. Ketiga pasang pengantin baru itu kini telah resmi melangkah ke gerbang rumah tangga, membawa serta restu semesta dan keteladanan dari seorang abdi masyarakat yang ikhlas berkorban.
#KUABantaran #PelayananTanpaBatas #AbdiMasyarakat #PenghuluIkhlas #KementerianAgama #AmanahLangit #HariLiburTetapMelayani
Penulis : Dechi Handini PAI Kecamatan Bantaran