BANTARAN – Mentari Jum’at pagi memancarkan sinar hangatnya, menyiram pelataran Kantor Urusan Agama Kecamatan Bantaran dengan cahaya yang sarat akan keteduhan. Di hari yang penuh dengan limpahan berkah ini, untaian kebersamaan yang begitu mengharukan terajut indah di antara para pegawai. Mereka bergerak serentak, bukan karena perintah, melainkan panggilan jiwa untuk menjaga rumah pelayanan umat agar tetap suci dan asri.
Melalui giat "Gemah Asri" yang rutin digelar setiap hari Jum’at, KUA Bantaran selalu menempatkan kebersihan lingkungan sebagai cerminan dari sebagian iman. Suasana guyup dan rukun mewarnai setiap jengkal aktivitas pagi itu. Canda tawa yang santun berpadu dengan deru sapu dan gemericik air, meleburkan sekat antara pimpinan dan staf dalam satu ritme pengabdian yang tulus. Kebersamaan ini laksana simfoni yang indah, menyentuh hati siapa saja yang memandangnya.
Ikhtiar Dakwah dan Benteng Syariat
Di sudut ruangan yang lain, denyut nadi pelayanan umat tetap berdenyut kencang, membawa misi mulia demi kemaslahatan masyarakat. Tampak seorang Penyuluh Agama dengan penuh takzim menerima konsultasi dari Modin Desa Kramat Agung.
Pertemuan ini bukan sekadar diskusi formal, melainkan sebuah ikhtiar suci untuk mendayagunakan Majelis Taklim sebagai wahana dakwah yang akurat, terukur, dan akuntabel. Dari ruang bermunajat ini, mereka menyusun strategi syiar demi meminimalisir praktik nikah siri di bawah umur—sebuah fenomena yang kerap mencederai hukum perundang-undangan dan hak-hak kesucian sebuah pernikahan.
"Pernikahan adalah mitsaqan ghalizhan (perjanjian yang kokoh). Menjaganya sesuai syariat dan regulasi negara adalah ikhtiar kita menyelamatkan generasi masa depan," tutur sang penyuluh dengan nada yang bergetar penuh amanah.
Ketulusan Menuntun Kemudahan
Sementara itu, di meja pelayanan, jemari sigap para staf KUA Bantaran dengan penuh ketelitian memeriksa lembar demi lembar berkah pendaftaran nikah. Memastikan semua berkas sah secara hukum dan agama sebelum akhirnya ditandatangani.
Pagi itu, pelayanan juga diuji oleh waktu. Dengan penuh empati, staf KUA melayani konsultasi warga yang tengah berpacu dengan waktu untuk mengajukan dispensasi nikah ke Bapak Camat. Mengingat hari akad yang sudah teramat dekat dan tidak sesuai dengan prosedur jadwal reguler di KUA, para staf dengan sabar menuntun warga melintasi jalur birokrasi, agar hajat suci sang pengantin tidak terhalang oleh waktu namun tetap berdiri tegak di atas koridor aturan yang sah.
Doa dan Harapan
Hari pun merambat siang, menyisakan jejak-jejak peluh yang menjelma menjadi pahala. Giat Jum'at di KUA Bantaran hari ini adalah potret nyata bahwa birokrasi tak melulu soal kertas dan stempel, melainkan tentang hati yang melayani dan ukhuwah yang menguatkan.
Semoga seluruh jajaran KUA Kecamatan Bantaran senantiasa dianugerahi kekuatan untuk tetap amanah dan istiqomah dalam membimbing umat, merawat tradisi kebersamaan, dan menegakkan syiar Islam yang rahmatan lil 'alamin.
Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.
#KUABantaran #GemahAsri #JumatBerkah #UkhuwahIslamiyah #SahabatKUA #MelayaniDenganHati #AmanahDanIstiqomah
Penulis : Dechi Handini PAI Kecamatan Bantaran