BANTARAN, 19 Agustus 2026 – Di penghujung bulan Agustus yang masih menyisakan gema kemerdekaan, Kantor Urusan Agama Kecamatan Bantaran kembali menorehkan jejak pengabdian yang memadukan semangat nasionalisme dengan ketulusan spiritual. Hari ini, 19 Agustus 2026, menjadi saksi bagaimana cinta kepada Nabi Muhammad SAW dan cinta kepada Negara Indonesia dapat berpadu indah dalam satu irama aksi nyata.
Pagi dibuka dengan kehadiran para Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan UP KUA Kecamatan Bantaran di acara tingkat Kabupaten. Dengan mengenakan kostum bertema "Merah Putih: Cinta Nabi, Cinta Negeri", mereka hadir bukan hanya sebagai pendamping ASN, tetapi sebagai simbol perempuan Indonesia yang teguh imannya dan kuat patriotismenya. Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H sekaligus HUT RI ke-81 ini mengusung tema "Merdeka dalam Iman dan Aksi".
Di sela-sela lantunan sholawat yang menggugah jiwa, para anggota DWP mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis. Ini adalah bentuk kesadaran bahwa tubuh yang sehat adalah amanah dari Allah SWT. "Jasad yang kuat memudahkan ibadah, hati yang tenang memudahkan dakwah," demikian semangat yang diusung. Dengan mengetahui kebugaran tubuh, para ibu siap kembali mendampingi suami dan melayani umat dengan energi positif yang prima.
Sementara para istri abdi negara berkumpul dalam ukhuwah, roda pelayanan di kantor tetap berputar dinamis. Di ruang PTSP suasana hangat tercipta saat petugas melayani konsultasi pengajuan Sertifikasi Tanah Wakaf. Masyarakat diajak memahami pentingnya legalitas aset wakaf sebagai benteng perlindungan harta umat untuk kemaslahatan jangka panjang.
Tak jauh dari sana, area pendaftaran nikah juga ramai oleh calon mempelai yang penuh harap. Para Penyuluh Agama Islam berkolaborasi erat dengan staf administrasi untuk membimbing proses pendaftaran nikah secara online. Dengan kesabaran dan keramahan, mereka memastikan setiap data terinput dengan benar, setiap syarat terpenuhi, dan setiap kecemasan calon pengantin terjawab. Kolaborasi ini membuktikan bahwa teknologi dan humanisme dapat berjalan beriringan demi kemudahan umat.
Momen paling menyentuh hari ini terjadi ketika PAIF KUA Bantaran memimpin prosesi Ikrar Masuk Islam bagi Ibu Ireeka, seorang warga yang sebelumnya beragama Buddha. Dengan suara lantang dan mata berkaca-kaca, Ibu Ireeka mengucapkan dua kalimat syahadat, menandai awal perjalanan barunya sebagai muslimah. Keputusan ini diambil setelah melalui proses bimbingan yang mendalam dan penuh ketulusan. Kami mendoakan agar Ibu Ireeka senantiasa diberikan kekuatan untuk istiqomah memegang keyakinannya yang baru, dan diterima dengan tangan terbuka oleh keluarga besar umat Islam di Bantaran. "Tidak ada paksaan dalam agama," namun hidayah adalah kejutan manis dari Allah bagi hamba-Nya yang mencari kebenaran. 🤲✨
Menjelang sore, langkah pengabdian berlanjut ke dunia pendidikan dan ekonomi. PAIF KUA Bantaran bersinergi dengan Gus Faruq dari Pondok Pesantren Nurul Falah Bantaran. Mereka duduk bersama membahas strategi pengembangan potensi pesantren berbasis ekonomi kreatif. Diskusi ini bertujuan agar pesantren tidak hanya menjadi pusat tahfidz Al-Qur'an, tetapi juga inkubator kewirausahaan santri yang mandiri. Dengan ekonomi yang kuat, dakwah akan semakin kokoh dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Hari ini, KUA Kecamatan Bantaran telah menunjukkan wajah Islam yang Rahmatan Lil 'Alamin: mencintai negeri, merawat kesehatan, melayani dengan ramah, menerima saudara baru dengan lapang dada, dan memberdayakan ekonomi umat.
Semoga setiap langkah kami, dari kostum merah putih hingga ikror syahadat, menjadi amal jariyah yang diridhai Allah SWT. Semoga Indonesia tetap damai, dan iman kita semakin bertambah kuat.
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, bagi mereka pahala yang besar." (QS. Al-Kahfi: 30)
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin. 🇮🇩🕌❤️
#KUA_Bantaran #PelayananPrima #WakafProduktif #NikahOnline #MAHAR #IntegritasPNS #ProbolinggoReligi
Penulis : Dechi Handini PAI Kecamatan Bantaran