KABUPATEN PROBOLINGGO – Menandai semangat kebersamaan pasca-Idul Fitri, jajaran Penyuluh Kantor Urusan Agama Kecamatan Bantaran turut serta dalam rombongan lebih dari 200 Aparatur Sipil Negara yang memadati Aula 1 Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo. Agenda ini digelar dalam rangka Halal Bihalal sekaligus pembinaan mental dan profesi bagi seluruh pegawai di bawah naungan Kankemenag.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menghadirkan narasumber Dr. H. Moh. Nurhasan, M.Hum. Dalam paparannya, beliau memberikan wawasan mendalam mengenai sisi historis dan filosofis dari tradisi Halal Bihalal yang khas di Indonesia.
Sejarah Halal Bihalal: Solusi Persatuan Bangsa
Dr. Nurhasan mengupas kembali memori kolektif bangsa saat Presiden Sukarno merasa gundah akibat perpecahan elit politik di masa pasca-kemerdekaan. Melalui diskusi mendalam dengan tokoh Departemen Agama kala itu, KH. Wahid Hasyim, muncul sebuah gagasan untuk menyatukan para pemimpin bangsa dalam bingkai silaturahmi.
"Halal Bihalal bukan sekadar tradisi rutin, melainkan instrumen persatuan yang lahir dari kebutuhan bangsa untuk saling memaafkan dan menarik garis lurus menuju kebersamaan," jelas Dr. Nurhasan di hadapan ratusan ASN.
Qurani Law of Attraction dan Integritas ASN
Selain sisi historis, pembinaan ini juga menekankan pada konsep Qurani Law of Attraction. Beliau menegaskan bahwa profesionalisme seorang ASN tidak boleh hanya terpaku pada penguasaan skill teknis atau pencapaian target administratif semata.
Lebih jauh, Dr. Nurhasan menekankan pentingnya:
- Spiritualitas: Menjadikan setiap tugas pelayanan sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT.
- Integritas: Menjaga kejujuran dan dedikasi dalam melayani masyarakat.
"Profesional sejati adalah mereka yang mampu menyelaraskan antara kompetensi kerja dengan ketebalan spiritual. Jika energi positif dan niat tulus yang dipancarkan, maka hasil yang didapat pun akan membawa keberkahan bagi masyarakat," tambahnya.
Antusiasme Penyuluh KUA Bantaran
Kehadiran tim dari KUA Bantaran dalam acara ini diharapkan dapat membawa energi baru dalam memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Spiritualitas dan integritas yang ditekankan dalam pembinaan ini menjadi modal utama bagi para penyuluh untuk tetap hadir sebagai pencerah dan perekat sosial di tingkat kecamatan.
Acara ditutup dengan sesi ramah tamah dan bersalam-salaman sebagai simbolisasi pengguguran kekhilafan antarsesama abdi negara, guna menyongsong pelayanan publik yang lebih prima di masa mendatang.
#KUABantaran #KemenagProbolinggo #HalalBihalal2026 #ASNBerakhlak #PenyuluhAgama #SpiritPelayanan
Penulis : Dechi Handini PAI Kecamatan Bantaran, 31 Maret 2026.