BANTARAN, PROBOLINGGO – Suasana khidmat menyelimuti Kantor Urusan Agama Kecamatan Bantaran pada Selasa pagi, 12 Mei 2026. Sebelum memulai pelayanan dan terjun ke lapangan, seluruh jajaran staf dan penyuluh agama berkumpul untuk menerima pengarahan langsung dari Kepala KUA Bantaran, Bapak Ananto Pratikno, S.Ag., M.Pd.I.
Pesan Konsistensi dan Harmonisasi
Dalam arahannya, Ananto Pratikno menekankan pentingnya menjaga marwah sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia menginstruksikan agar seluruh jajaran tetap konsisten dalam menjalankan tugas yang telah dipetakan.
"Sebagai ASN, kita harus memegang teguh prinsip tanggung jawab. Jaga keharmonisan internal agar pelayanan kepada masyarakat tetap prima dan berkualitas," ujar Ananto dalam bimbingan singkatnya.
Giat Lapangan: Wakaf hingga BRUS di Ponpes
Pasca pengarahan, para petugas segera bergerak menuju titik penugasan masing-masing yang tersebar di wilayah Kecamatan Bantaran:
- Penyuluhan Wakaf: Sejumlah Penyuluh Agama melakukan kunjungan lapangan ke Desa Kropak untuk melakukan pendataan dan validasi terkait aset wakaf.
- Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS): Di lokasi berbeda, yakni di Pondok Pesantren Ummul Qurro, Desa Kropak, berlangsung acara BRUS. Kegiatan ini menghadirkan fasilitator dari tiga kecamatan berbeda untuk membekali para santri mengenai kesiapan mental dan hukum dalam menghadapi usia pernikahan.
- Pelayanan Terpadu: Meski banyak petugas yang turun ke lapangan, Pelayanan Terpadu di Kantor KUA Bantaran dipastikan tetap berjalan normal. Petugas piket tetap sigap melayani urusan administrasi, pendaftaran nikah, hingga konsultasi keagamaan bagi masyarakat yang datang ke kantor.
Komitmen Pelayanan
Keberagaman giat hari ini menunjukkan dinamika KUA Bantaran dalam menjalankan fungsi edukasi, pengawasan, sekaligus administrasi secara beriringan. Dengan pembagian tugas yang efektif, diharapkan seluruh program kerja dapat menyentuh langsung lapisan masyarakat di tingkat desa.
Penulis : Dechi Handini PAI Kecamatan Bantaran
Editor: Tim Humas KUA Bantaran
Tanggal: 12 Mei 2026