PROBOLINGGO – Kantor Urusan Agama Kecamatan Bantaran menunjukkan komitmen nyata dalam menyiapkan generasi masa depan yang berkualitas. Melalui kolaborasi apik antara Penghulu dan Penyuluh Agama Islam, kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) sukses digelar di Pondok Pesantren Umul Quro, Desa Kropak, pada hari ini.
Kegiatan ini tidak hanya berskala lokal, namun mengusung semangat lintas kecamatan sebagai bagian dari upaya masif menciptakan Early Warning System (sistem peringatan dini) terhadap berbagai problematika remaja saat ini.
Pembukaan dan Visi Besar
Acara diawali dengan prosesi seremonial yang dibuka langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Bantaran, Bapak Ananto Pratikno, S.Ag., M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa remaja adalah pilar utama dalam mewujudkan Generasi Emas 2045.
"Edukasi sejak dini adalah kunci. Kita ingin membekali santri agar memiliki ketahanan mental dan fisik yang kuat untuk menolak pernikahan anak dan menjauhi kenakalan remaja," ujar Bapak Ananto.
Dukungan penuh juga datang dari pihak pesantren. Pengasuh Ponpes Umul Quro, H. Ahmad Maimun Arif, M.Pd., dalam pengarahannya menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif kolaboratif ini. Beliau menegaskan bahwa nilai-nilai agama harus sejalan dengan kesiapan sosial dan kesehatan dalam membangun rumah tangga di masa depan.
Kolaborasi Strategis Lintas Kecamatan
Yang menarik dari giat kali ini adalah keterlibatan tim fasilitator dari berbagai wilayah. Tim merupakan kolaborasi tenaga ahli yang terdiri dari:
- Penghulu & Penyuluh KUA Bantaran
- Penghulu & Penyuluh KUA Wonomerto
- Penghulu & Penyuluh KUA Tegal Siwalan
Fokus Utama Kegiatan
Melalui metode bimbingan yang interaktif, para santri diberikan pemahaman mendalam mengenai tiga isu krusial:
- Pencegahan Perkawinan Anak: Memberikan pemahaman risiko medis, psikologis, dan ekonomi dari pernikahan dini.
- Pencegahan Kenakalan Remaja: Membentengi moralitas santri dari pengaruh negatif lingkungan.
- Percepatan Penurunan Stunting: Mengedukasi pentingnya kesehatan reproduksi dan gizi sebagai langkah hulu dalam memutus rantai stunting.
Hasil Giat
Acara berjalan dengan sangat sukses dan lancar. Antusiasme para santri terlihat dari aktifnya sesi diskusi bersama para mentor. Dengan adanya Early Warning System yang dibangun melalui BRUS ini, diharapkan angka pernikahan dini di wilayah Kecamatan Bantaran dan sekitarnya dapat ditekan secara signifikan, sekaligus mendukung program nasional dalam percepatan penurunan stunting.
Reporter: Humas KUA/Tim Media
Penulis: Dechi Handini PAI Kecamatan Bantaran