Rabu, 29 Juli 2026

Jejak Ikhlas di Bumi Bantaran ☆☆Sinergi Dakwah, Pemberdayaan Umat, dan Wakaf untuk Peradaban☆☆

BANTARAN, 29 Juli 2026 – Langit siang ini seolah turut bersaksi atas derap langkah para pelayan umat di Kantor Urusan Agama Kecamatan Bantaran. Hari ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah mozaik indah dari pengabdian tulus yang dirajut dengan niat lillah (karena Allah). Dimulai dari pagi buta hingga senja menyapa, para penyuluh dan pegawai KUA Bantaran menorehkan jejak nyata dalam membangun masyarakat yang religius, mandiri, dan berdaya.


Di awal hari, suasana khidmat menyelimuti acara pembukaan Kampung Zakat. Sebuah momen istimewa terjadi ketika Penyuluh KUA Kecamatan Bantaran berkolaborasi erat dengan rekan-rekan dari KUA Sukapura. Bagi beberapa personel, Sukapura adalah "rumah kedua" atau tempat asal sebelum mereka diamanahkan mengabdi di Bantaran. Reuni dalam bingkai ibadah ini menambah kehangatan spiritual, mengingatkan bahwa dakwah tidak mengenal batas wilayah administrasi, melainkan batas hati yang saling menopang. Dengan penuh ketenangan dan kekhusyukan, Kampung Zakat resmi dibuka, menjadi simbol harapan baru bagi mustahik agar bangkit melalui kekuatan zakat yang dikelola secara profesional dan amanah.


Tak berhenti di situ, roda perjuangan terus berputar. PAIF KUA Bantaran melakukan kunjungan strategis ke PT Arowood Balsa Indonesia di wilayah Bantaran. Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan bagian dari pemantapan program kesejahteraan UMKM dan pendidikan di kecamatan tersebut. Langkah ini merupakan wujud konkret bahwa KUA hadir tidak hanya mengurus hal-hal ritual, tetapi juga menyentuh aspek ekonomi umat. Kolaborasi dengan sektor industri diharapkan dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak pekerja, dan menciptakan ekosistem ekonomi yang berkah. Ini adalah langkah nyata untuk menyiapkan generasi bangsa yang tangguh dan berakhlak mulia.


Menjelang sore, energi dakwah kembali dialirkan ke Desa Gunung Tugel. Para penyuluh KUA Kecamatan Bantaran turun langsung mendampingi pelaksanaan Ikrar Wakaf di Masjid Miftahul Jannah. Bersama mitra strategis, Garazawa, dan para anggotanya, proses ikrar wakaf berjalan lancar dan tertib. Setiap lembar dokumen yang ditandatangani dan setiap ucapan ikrar yang terlantun adalah saksi bisu dari harta yang disucikan, diubah menjadi aset abadi untuk kemaslahatan umat. Kehadiran pendamping dari KUA memastikan bahwa wakaf ini tercatat sah secara negara dan syariat, memberikan ketenangan hati bagi para wakif bahwa amanah mereka akan terjaga.


Meskipun rangkaian giat hari ini terasa begitu melelahkan, menguras tenaga dan pikiran, namun hati para petugas KUA Bantaran tetap dipenuhi rasa syukur. Di balik lelah fisik, tersimpan kepuasan batin karena telah menjalankan tugas sebagai khadimul ummah (pelayan umat). Semua gerak langkah, dari Kampung Zakat hingga pendampingan wakaf, dijalankan dengan prinsip humanis dan akuntabel. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam pelayanan, serta menjaga transparansi dan pertanggungjawaban dalam setiap tindakan.


Semoga segala ikhtiar hari ini diterima oleh Allah SWT sebagai amal jariyah yang tak terputus pahalanya. Semoga lelah ini menjadi pelebur dosa, dan setiap keringat yang menetes menjadi saksi di hadapan-Nya.

“Dan barang siapa yang mengerjakan kebajikan, walaupun sebesar biji sawi, maka dia akan mendapat balasannya.” (QS. An-Nisa: 40)

Semoga menjadi Lillah. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

#KUA_Bantaran #KolaborasiDakwah #EkonomiSyariah #WakafIndonesia #DesaGunungTugel #Garazawa #PelayanUmat

Penulis : Dechi Handini PAI Kecamatan Bantaran