Kamis, 30 Juli 2026

Sakralitas Ijab Qabul dan Senyuman Pelayan Umat "Jejak Khidmat KUA Bantaran di Tengah Dinamika Tugas"


BANTARAN, 30 Juli 2026 – Di tengah hiruk-pikuk dunia yang kian cepat, Kantor Urusan Agama Kecamatan Bantaran hari ini menjadi oase ketenangan dan kehangatan. Sebuah perpaduan indah antara kesakralan ritual pernikahan, dedikasi peningkatan kompetensi penghulu, dan sentuhan kemanusiaan dalam pelayanan publik terjalin harmonis, mencerminkan wajah Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Pagi ini, udara di ruang akad nikah terasa begitu syahdu. Bapak Ananto Pratikno, S.Ag., M.Pd.I., Kepala KUA Kecamatan Bantaran, secara langsung memimpin prosesi ijab qabul sepasang mempelai. Dengan suara yang lantang namun penuh kelembutan, Beliau memandu jalannya akad hingga sah tersempurnakan. Tidak ada kesan kaku atau birokratis, namun yang ada hanyalah kekhusyukan yang menetes dari hati para saksi, wali, dan kedua mempelai. Momen ini bukan sekadar legalitas administratif, melainkan penyatuan dua jiwa dalam ikatan suci yang diridhai Allah SWT. Kehadiran Bapak Kepala KUA secara langsung memberikan nilai tambah tersendiri, seolah menegaskan bahwa negara hadir untuk memberkati setiap langkah rumah tangga baru yang dibangun atas dasar taqwa.


Sementara itu, di sisi lain, roda pengembangan sumber daya manusia terus berputar tanpa henti. Bapak Penghulu KUA Kecamatan Bantaran sedang menjalani tugas mulia lainnya dengan mengikuti Pelatihan Kenaikan Pangkat khusus bagi jenjang kepenghuluan. Selama satu minggu penuh, beliau menempa diri, mengasah ilmu fiqih munakahat, serta memperdalam wawasan tentang manajemen konflik keluarga dan psikologi pernikahan. Kabar baiknya, pelatihan tersebut telah berjalan dengan sukses dan lancar. Ini adalah bukti nyata bahwa para penghulu di Bantaran tidak hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga terus berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat) untuk meningkatkan kualitas layanan bimbingan keluarga sakinah bagi masyarakat.

Namun, keindahan KUA Bantaran tidak hanya terletak pada acara-acara besar tersebut. Ada "ruh" yang paling terasa ketika masyarakat biasa datang dengan berbagai keperluan dari pengurusan surat rekomendasi hingga konsultasi sederhana. Di sinilah sosok Bapak Kepala KUA menunjukkan kepemimpinan yang sejati berpaku pada Humanis, Sapa, dan Senyum.


Setiap tamu yang datang disambut dengan tatapan mata yang ramah dan senyuman tulus yang mampu meluluhkan hati. Bagi sebagian orang, mengurus administrasi bisa menjadi momen yang menegangkan atau membingungkan. Namun, di KUA Bantaran, ketegangan itu sirna seketika. "Melayani dengan hati" bukan sekadar slogan di dinding, melainkan praktik nyata. Setiap pertanyaan dijawab dengan sabar, setiap keraguan ditenangkan dengan nasihat yang menyejukkan. Sikap ini mengingatkan kita pada teladan Rasulullah SAW yang selalu lembut terhadap umatnya, sehingga mereka merasa dicintai dan dihargai.

"Senyummu adalah sedekah," demikian pesan tersirat dari setiap interaksi di kantor ini. Ketika pelayanan dilakukan dengan ikhlas dan ramah, maka pekerjaan administratif berubah menjadi ibadah sosial yang bernilai pahala tinggi.

Hari ini, KUA Kecamatan Bantaran kembali membuktikan bahwa instansi pemerintah bisa menjadi tempat yang nyaman, religius, dan penuh kasih sayang. Kombinasi antara kepemimpinan yang turun langsung ke lapangan, komitmen peningkatan kompetensi penghulu, dan budaya pelayanan yang humanis adalah resep utama untuk membangun kepercayaan masyarakat.

Semoga barakah senantiasa menyertai setiap langkah Bapak Ananto Pratikno, S.Ag., M.Pd.I., para penghulu, dan seluruh staf KUA Bantaran. Semoga lelah mereka menjadi penghapus dosa, dan senyuman mereka menjadi penyejuk hati umat.

Wallahu ta’ufiq ila aqwamith thariq. (Dan Allah memberi petunjuk ke jalan yang paling lurus).

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin. 🤲✨

#KUA_Bantaran #PelayananHumanis #NikahSakinah #KepalaKUA #PenghuluProfesional #SenyumIkhlas #LayananDenganHati #HumanisAkuntabel #KemenagRI

Penulis : Dechi Handini PAI Kecamatan Bantaran