PROBOLINGGO – Suasana khusyuk dan penuh rasa syukur menyelimuti kawasan Rawa Tirta, Desa Sumber Kedawung, Kecamatan Leces. Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) memperingati Hari Lahir (Harlah) yang ke-3 pada tanggal 03 juni 2026 dengan menggelar aksi nyata peduli lingkungan. Mengusung tema besar "Pemantapan Ekoteologi: IPARI Merawat Indonesia", momentum ini menjadi sebuah gerakan spiritual untuk mewujudkan alam negeri yang indah, asri, sekaligus sebagai wujud nyata literasi akan keagungan Allah SWT agar bumi ciptaan-Nya tetap terawat dan lestari.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Probolinggo beserta jajaran, di antaranya Kasi Bimas Islam, Kasi PD Pontren, dan Kasi Gara Zawa. Kehadiran para pimpinan ini tidak hanya memberikan pembinaan, tetapi juga membakar semangat para penyuluh untuk terus menjadi garda terdepan dalam menyuarakan kepedulian lingkungan berbasis agama.
Sinergi dan Kehadiran Penyuluh KUA Bantaran
Kemeriahan dan kekompakan begitu terasa ketika rombongan Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Bantaran turut hadir dan ambil bagian dalam perhelatan syukur ini. Kehadiran mereka menjadi bukti soliditas antar-penyuluh dalam menyukseskan visi mulia IPARI.
"Kami hadir tidak hanya untuk merayakan hari lahir organisasi, tetapi untuk menyatukan visi bahwa merawat alam adalah bagian dari iman. Rawa Tirta ini adalah secuil bukti keagungan Allah yang harus kita jaga bersama," ungkap salah satu Penyuluh Agama Islam KUA Bantaran di lokasi.
Prosesi Tabur Benih: Simbol Kehidupan dan Rasa Syukur
Puncak acara ditandai dengan aksi simbolis tabur benih ikan di area Rawa Tirta. Prosesi ini dipimpin langsung oleh Kepala Kankemenag bersama para Kasi, diikuti oleh seluruh penyuluh yang hadir, termasuk penyuluh dari KUA Bantaran.
Aksi tabur benih ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan sebuah refleksi teologis bahwa manusia memikul amanah sebagai khalifah fil ardh (pemimpin di bumi) yang bertugas memakmurkan dan menjaga keseimbangan alam.
Pembinaan Kepala Kankemenag: Mengetuk Pintu Langit Melalui Bumi
Dalam arahannya, Kepala Kankemenag memberikan pembinaan yang sangat menyentuh hati. Beliau menekankan pentingnya konsep Ekoteologi—sebuah cara pandang keagamaan yang menempatkan kelestarian alam sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT.
- Ekoteologi IPARI: Mengajak masyarakat melihat alam bukan sebagai objek eksploitasi, melainkan ayat-ayat Allah yang hamparan keindahannya harus dijaga.
- Gerakan Spiritual: Menanam, merawat, dan menjaga kebersihan adalah zikir nyata dari seorang hamba kepada Sang Pencipta.
- Literasi Keagungan Allah: Melalui alam yang asri, manusia diajak untuk membaca kebesaran Allah (tadabur alam) sehingga melahirkan rasa syukur yang mendalam.
Kasi Bimas Islam, Kasi PD Pontren, dan Kasi Gara Zawa yang turut mendampingi juga memberikan apresiasi tinggi atas kekompakan IPARI. Sinergi ini diharapkan terus berlanjut, membawa kedamaian tidak hanya bagi umat, tetapi juga bagi alam semesta (Rahmatan lil 'Alamin).Harapan untuk Masa Depan
Melalui Harlah ke-3 ini, Rawa Tirta di Desa Sumber Kedawung menjadi saksi bisu dari komitmen suci para penyuluh agama. Semoga benih-benih yang ditaburkan hari ini tumbuh menjadi berkah, seiring dengan bertumbuhnya kesadaran umat untuk menjaga Indonesia tetap indah, asri, terawat, dan lestari di bawah rida Allah SWT.
Selamat Hari Lahir ke-3 IPARI. Teruslah Merawat Indonesia!
#HarlahIPARI3 #Ekoteologi #IPARIMerawatIndonesia #KUABantaran #KemenagProbolinggo #PenyuluhAgama #SahabatReligi #RawaTirta #LestarikanAlam
Penulis : Dechi Handini PAI Kecamatan Bantaran